Tampilkan postingan dengan label #TerimakasihTuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #TerimakasihTuhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Oktober 2012

#TerimakasihTuhan Untuk Henoch

Bukan Henokh yang ada di Alkitab, bukan. Ini Henoch adik saya. :3

Saya bersyukur karena saya bisa mempunyai Henoch sebagai adik saya, karena memiliki adik berarti, belajar mengikis keegoisan.
Terimakasih Tuhan, karena lewat adik saya, saya pertama kali belajar untuk berbagi dengannya. Saya diajarkan untuk tidak menjadi egois, tetapi murah hati.
Terimakasih Tuhan, karena adik saya mengajarkan banyak, banyak hal. Bahkan dari dia dilahirkan, saat dia bertumbuh dan sampai sekarang, mungkin hingga di masa depan nanti.

Melaluinya Tuhan mengajarkan segala kebaikan dari kepolosan anak kecil. Bahwa kita tidak perlu mempermasalahkan hal yang tidak bermasalah dan bahwa kita perlu memiliki sikap sepolos anak kecil dalam mempercayai-Nya.
Melalui segala keceriaan Henoch saya belajar bahwa hidup ini indah, bahwa selalu ada hal baik dibalik semua malapetaka, meskipun dunia seakan runtuh.
Melalui segala kejujurannya, saya diajarkan untuk mengungkapkan 

Terimakasih Tuhan, karena dia adalah keluarga yang benar-benar saya rasakan sebagai keluarga, dan saya bersyukur untuk tanggung jawab atas dia yang diberikan pada saya.
Terimakasih Tuhan, karena setidaknya saya tidak sendiri dalam menghadapi masalah keluarga, setidaknya saya memiliki seseorang yang bisa membuat saya benar-benar lebih peduli sesama daripada memusingkan masalah saya sendiri.

Saya mengucap syukur Henoch adalah adik yang baik, dialah yang sering membantu saya di rumah. Walaupun dia sering mendului saya kalau mandi. *masih gak terima*
Tapi saya mengucap syukur karena dia adalah seorang yang penurut dan penyayang.
Terimakasih Tuhan, karena Henoch tidak seperti adik-adik yang lainnya!!! :)



Rabu, 24 Oktober 2012

#TerimakasihTuhan Untuk Jeng Golda

Hahahahahahaha. Rasanya saya jadi ingin ketawa setiap teringat nama 'malam'nya Bang Dika, yaitu Jeng Golda.
Hari ini saya akan menulis ucapan syukur mengenai Bang Dika.

Terimakasih Tuhan, untuk saat-saat menyenangkan bersama Bang Dika. Saya mengucap syukur bisa menjadi partnernya waktu ngehost, dan juga waktu tertawa.
Terimakasih Tuhan, karena dengan mengenalnya, saya bisa lebih menghargai tawa di setiap situasi buruk yang ada. 

Saya bersyukur, dengan adanya Bang Dika, dia banyak mengajarkan bagaimana membuat hidup ini berwarna. Bahwa monoton adalah sesuatu yang tabu :P
Saya bersyukur, untuk setiap kegembiraan yang telah dia tularkan kepada banyak orang, juga kepada saya. Rasanya sulit untuk cemberut saat saya berada dekat dengan Bang Dika.

Saya bersyukur untuk setiap kedewasaannya, saya bersyukur untuk setiap kekonyolannya. Karena kedewasaannya bisa menginspirasi, dan kekonyolannya selalu menghibur.
Saya bersyukur untuk semangat yang selalu dia kobarkan di setiap peristiwa hidupnya. Saya bersyukur karena kemampuannya yang dapat membuat orang tersenyum itu; saya menyebutnya sebagai pelayanan.
Saya bersyukur karena dia selalu punya alasan untuk dapat bersukacita, saya bersyukur karena sungai sukacita Tuhan senantiasa mengalir dalam dirinya, dan penyertaan Tuhan tak pernah padam dalam setiap langkahnya.

Terimakasih Tuhan, karena Engkau mengirim Bang Dika jauh di sana, untuk suatu maksud dan tujuan yang amaaaaat baik. Karena Engkau menjadikannya utusan dan bukan buangan.
Terimakasih karena Engkau memastikan kepada Bang Dika bahwa masa depan sungguh ada dan harapannya takkan hilang. Bahwa masih ada tawa di hari esok untuk menggantikan tangis di hari ini.

"I love people who make me laugh. I honestly think it's the thing I like most, to laugh. It cures of multitude of ills. I'ts probably the most important thing in a person."
 -Audrey Hepburn

Selasa, 23 Oktober 2012

#TerimakasihTuhan Untuk Ko Nicho

Seseorang yang sekarang sedang menyandang status sebagai pelajar kelas 12 IPA.

Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.  
Filipi 1:3

Sepertinya banyak sekali yang saya syukuri karena dia dan sepertinya sudah acak-acakan di kepala saya. Tapi saya akan mencoba untuk mengurutkannya satu persatu.

Tuhan, terimakasih karena saya bisa mengenal ko nicho. Dan dia bisa mengenal saya.
Terimakasih untuk segala waktu dan segala situasi yang telah Engkau atur saat saya mengenal dia.

Terimakasih Tuhan, karena saya boleh tersenyum karenanya. 
Terimakasih, karena ko nicho adalah seorang pengingat yang handal, di tengah segala kecerobohan saya yang sering keterlaluan.
Saya mengucap syukur, karena dia selalu mengingatkan saya kepada Engkau.

Terimakasih karena ko nicho selalu mengingatkan saya untuk mengucap syukur. Terimakasih karena dia adalah salah satu alasan mengapa saya mengucap syukur.

Saya berterimakasih kepada Tuhan karena kesabarannya menghadapi saya selama ini. Saya yang keras kepala, pelupa, susah dibilangin, dan sering jadi kelelawar (baca: susah tidur). 
Saya berterimakasih karena kesabarannya dalam berusaha, dalam menunggu. Padahal ko nicho sudah melakukan terlalu banyak 'menunggu' sejak dia mengenal saya.

Saya mengucap syukur untuk segala waktu dan tenaga yang dia relakan gara-gara saya, karena saya yakin Engkau pasti akan menggantinya dengan berkat yang melimpah.
Saya mengucap syukur karena darinyalah sebagian besar inspirasi saya bermuara.
Saya mengucap syukur karena dia selalu mengingatkan saya untuk mengucap syukur.

Dalam setiap masa dan waktu yang saya lewati untuk mengingat ko nicho, saya tak pernah lupa untuk menyisipkan kata-kata penuh ucapan syukur kepada Penciptanya. :)



#TerimakasihTuhan Untuk Popon

Siapa itu Popon? Saya juga nggak tau :| #parah

Kali ini saya mau mengucap syukur untuk kehadiran Popon.
*tarik nafas dalam-dalam*

Tuhan, terimakasih untuk Popon. Terimakasih karena saya bisa mengenalnya, karena saya bisa banyak --sangat banyak-- berbagi dengannya dalam tahun-tahun persahabatan kami.
Saya mengucap syukur untuk setiap pengertiannya saat saya sedang labil. Saya bersyukur untuk setiap respon baiknya saat saya bercerita mengenai tantangan-tantangan yang saya hadapi, bagaimana dia membuat saya tertegur tetapi tidak terpojok.

Terimakasih Tuhan, karena kehadirannya, dia telah mengajarkan saya banyak hal, dan dia banyak memberi pengaruh dalam hidup saya.
Terimakasih Tuhan, walaupun sekarang dia agak sombong. Tapi tidak apa-apa, mungkin Engkau telah memberi banyak hal untuk dia kerjakan.

Saya mengucap syukur untuk setiap keterbukaannya dalam menghadapi segala sesuatu.
Saya mengucap syukur karena dia mengizinkan saya untuk membantunya melewati semua, terimakasih karena Engkau mengizinkan saya menjadi temannya di kala senang, temannya di kala sedih. Walau saya tidak selalu ada untuknya seperti yang Engkau lakukan..

Saya mengucap syukur atas setiap kemurahan hatinya, atas setiap sukacita yang dia tularkan kepada saya.
Saya juga mengucap syukur karena Tuhan selalu mengganti setiap pergumulannya dengan sukacita yang berkali lipat dari segala sukacita yang bisa dia tularkan.

*menghela nafas panjang*
 Terimakasih Tuhan, untuk Theo.

When you are happy 
and when you are sad
even if you are angry
I like you :)

If you are sick
if you sing (!)
even if you don't want my help
I'll be with you :)

And if you ask me, why..
I'll answer,
because I'm your friend :)

Minggu, 21 Oktober 2012

#TerimakasihTuhan Untuk Paketan

Ucapan syukur saya yang kedua, saya bersyukur karena seseorang yang saya sebut Paketan, putri kedua dari keluarga boru Tobing yang sudah seperti keluarga saya sendiri.

Terimakasih Tuhan, karena beberapa tahun terakhir ini saya bisa mengenal Anya dan bisa menjadi sahabatnya. Sahabat perempuan yang jarang saya miliki.
Terimakasih, karena dengan mengenalnya saya jadi bisa punya keluarga kedua, saya jadi punya kakak perempuan dan punya adik perempuan yang cantik-cantik.

Terimakasih, untuk segala kedewasaannya menghadapi sikap saya yang suka sok tau, untuk segala keunyuannya saat terlibat dalam semua tingkah konyol saya.
Karena sangat jarang ada orang yang mau terlibat dalam hal konyol yang saya buat, terkadang malah menyebalkan.

Saya mengucap syukur, karena Engkau meminjamkan Anya pada saya, seenggaknya saya jadi nggak terlalu garing di bumi ini. Terimakasih, karena saya mempunyai seseorang untuk berbagi cerita; penting atau tidak penting.
Terimakasih karena Anya adalah seseorang yang sepikir dengan saya, sehingga jarang terjadi perselisihan di antara 'paketan'.

Terimakasih Tuhan, karena Anya adalah sahabat yang sudah seperti kakak saya sendiri. Maka dari itu impian saya ingin memiliki seseorang seperti seorang kakak juga terpenuhi.
Terimakasih, karena ia nggak pernah lelah mendengar keluh kesah saya yang kadang diulang-ulang, yang membosankan, dan tidak penting.

Terimakasih Tuhan, karena Engkau menyiapkan seseorang yang terbaik untuknya, dan Engkau akan terus menyertai dia sampai akhir hidupnya.

Masih banyak lagi hal yang saya syukuri karena saya bersahabat dengan Anya, dan saya mengucap syukur untuk itu.
Terimakasih Tuhan, untuk Anya Andrea.

Photo by Monica Suciatmaja

Sabtu, 20 Oktober 2012

#TerimakasihTuhan Untuk Mama

Tulisan 30 hari mengucap syukur pertama saya. Saya mengucap syukur untuk satu-satunya mama di antara jutaan mama yang paling saya sayangi seduniaaaaaaaaa.

Tuhan, terimakasih untuk seseorang yang saya punyai sekarang, seseorang yang sama dengan seseorang yang melahirkan saya belasan tahun lalu.
Terimakasih untuk segala kekuatan yang Engkau curahkan kepadanya dalam merawatku sampai besar. Sampai di usia remajaku, usia yang sangat rentan, mudah dipengaruhi, mudah berantem juga sama mama.

Terimakasih Tuhan, karena semua keajaiban-Mu mama mendapat kekuatan yang luar biasa lain dari mama yang lain, terimakasih karena Engkau menyertainya di tahun-tahun hidup mama yang terasa berat. Saya bersyukur karena mama masih dimampukan untuk menghidupi keluarga walau beliau hanya berjuang sendiri, (tapi nggak sendiri karna ada Engkau)

Terimakasih untuk semua senyumnya, cemberutnya, tawanya, tangisnya. Terimakasih karena Engkau yang berkuasa atas semua peristiwa hidup mama, dan Engkau juga menunjukkan bahwa hanya kepada-Mu lah mama bisa bergantung.
Terimakasih untuk kasih sayangnya, ketrampilan mama dalam memasak. Mama selalu bawain saya bekal yang enak dan sehat.

Terimakasih Tuhan, untuk kesabarannya dalam menghadapi semua. Semua hal. Segala hal. Padahal kelihatannya mustahil, tapi saya percaya itu juga campur tangan-Mu.
Terimakasih untuk kesehatannya, untuk kekuatannya, untuk kehebatannya. Terimakasih karena Engkau selalu merawatnya.
Terimakasih juga untuk masa depan terbaik yang Engkau sediakan untuk beliau.

Terakhir, terimakasih karena saya masih punya mama sampai sekarang maka saya bisa menulis ucapan syukur atas beliau.

"A mother is the most fragrant flower in God's garden of love."

30 Hari Mengucap Syukur

Jadi,
dalam rangka ingin belajar lebih bersyukur, saya kepikiran untuk membuat sebuah project yang bisa membuat saya semakin rajin menulis, dan semakin mengucap syukur.

Memang seharusnya kita tidak hanya mengucap syukur selama 30 hari dalam hidup kita, tapi mungkin ini bisa menjadi 30 hari pertama dalam hidup saya di mana saya betul-betul bersyukur atas semua berkat Tuhan.

Topik utama dari project ini adalah tentang orang-orang yang ada di sekitar saya, yang Tuhan sediakan buat saya.
Berkomitmen untuk project ini mungkin tidak mudah, tapi saya akan berusaha sebaik-baiknya agar tujuan dari project ini bisa tercapaaaaaaaaaaaai :D

Nanti tulisan-tulisan yang berhubungan dengan project ini akan dimasukkan dalam tag #TerimakasihTuhan.
Semoga project ini sukses.