Siapa itu Popon? Saya juga nggak tau :| #parah
Kali ini saya mau mengucap syukur untuk kehadiran Popon.
*tarik nafas dalam-dalam*
Tuhan, terimakasih untuk Popon. Terimakasih karena saya bisa mengenalnya, karena saya bisa banyak --sangat banyak-- berbagi dengannya dalam tahun-tahun persahabatan kami.
Saya mengucap syukur untuk setiap pengertiannya saat saya sedang labil. Saya bersyukur untuk setiap respon baiknya saat saya bercerita mengenai tantangan-tantangan yang saya hadapi, bagaimana dia membuat saya tertegur tetapi tidak terpojok.
Terimakasih Tuhan, karena kehadirannya, dia telah mengajarkan saya banyak hal, dan dia banyak memberi pengaruh dalam hidup saya.
Terimakasih Tuhan, walaupun sekarang dia agak sombong. Tapi tidak apa-apa, mungkin Engkau telah memberi banyak hal untuk dia kerjakan.
Saya mengucap syukur untuk setiap keterbukaannya dalam menghadapi segala sesuatu.
Saya mengucap syukur karena dia mengizinkan saya untuk membantunya melewati semua, terimakasih karena Engkau mengizinkan saya menjadi temannya di kala senang, temannya di kala sedih. Walau saya tidak selalu ada untuknya seperti yang Engkau lakukan..
Saya mengucap syukur atas setiap kemurahan hatinya, atas setiap sukacita yang dia tularkan kepada saya.
Saya juga mengucap syukur karena Tuhan selalu mengganti setiap pergumulannya dengan sukacita yang berkali lipat dari segala sukacita yang bisa dia tularkan.
*menghela nafas panjang*
Terimakasih Tuhan, untuk Theo.
When you are happy
and when you are sad
even if you are angry
I like you :)
If you are sick
if you sing (!)
even if you don't want my help
I'll be with you :)
And if you ask me, why..
I'll answer,
because I'm your friend :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar