Bukan Henokh yang ada di Alkitab, bukan. Ini Henoch adik saya. :3
Saya bersyukur karena saya bisa mempunyai Henoch sebagai adik saya, karena memiliki adik berarti, belajar mengikis keegoisan.
Terimakasih Tuhan, karena lewat adik saya, saya pertama kali belajar untuk berbagi dengannya. Saya diajarkan untuk tidak menjadi egois, tetapi murah hati.
Terimakasih Tuhan, karena adik saya mengajarkan banyak, banyak hal. Bahkan dari dia dilahirkan, saat dia bertumbuh dan sampai sekarang, mungkin hingga di masa depan nanti.
Melaluinya Tuhan mengajarkan segala kebaikan dari kepolosan anak kecil. Bahwa kita tidak perlu mempermasalahkan hal yang tidak bermasalah dan bahwa kita perlu memiliki sikap sepolos anak kecil dalam mempercayai-Nya.
Melalui segala keceriaan Henoch saya belajar bahwa hidup ini indah, bahwa selalu ada hal baik dibalik semua malapetaka, meskipun dunia seakan runtuh.
Melalui segala kejujurannya, saya diajarkan untuk mengungkapkan
Terimakasih Tuhan, karena dia adalah keluarga yang benar-benar saya rasakan sebagai keluarga, dan saya bersyukur untuk tanggung jawab atas dia yang diberikan pada saya.
Terimakasih Tuhan, karena setidaknya saya tidak sendiri dalam menghadapi masalah keluarga, setidaknya saya memiliki seseorang yang bisa membuat saya benar-benar lebih peduli sesama daripada memusingkan masalah saya sendiri.
Saya mengucap syukur Henoch adalah adik yang baik, dialah yang sering membantu saya di rumah. Walaupun dia sering mendului saya kalau mandi. *masih gak terima*
Tapi saya mengucap syukur karena dia adalah seorang yang penurut dan penyayang.
Terimakasih Tuhan, karena Henoch tidak seperti adik-adik yang lainnya!!! :)
