Tampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

Teruntuk Para Penyayang di Semesta ini

Yaaaah, sayang banget deh saya lupa bikin surat cinta #30. Ya udah deh saya bikin aja di blog sendiri :p




Untuk orang-orang yang punya cukup keberanian,

Surat ini bukan cuma buat orang yang punya sekedar keberanian. tapi yang juga punya keberanian untuk mencintai. ah, saya gak terlalu suka pake istilah 'cinta'. jadi pake 'sayang' aja, ya.
Buat kalian yang lagi belajar menyayangi, kamu cukup berani. untuk kamu ketahui saja, menyayangi seseorang bukan hanya soal kesenangan dan saling memiliki. tapi juga tentang kerendahan hati dan kesetiaan, setidaknya itu menurut saya. kamu pastinya telah mengambil keputusan ini dengan berpikir panjang dan mempertimbangkannya matang-matang.. semoga, kali ini kamu dapat menyayangi dengan tulus.

Buat kalian yang sedang menyayangi, kalian hebat. bisa bertahan sampai di titik ini, berarti kalian bukan orang yang sembarangan 'menjual'. semoga kalian nggak menyayangi sampai lupa diri dan menjadi egois. ingat, orang yang kamu sayang itu bukan milikmu. apapun status kalian. pacar, sahabat, hts. mereka adalah kepunyaannya Tuhan, dan kalian adalah orang-orang yang dikasi kepercayaan untuk menyayangi. menyayangi itu gak mudah, saya tau. karena menyayangi, berarti mengikis keegoisan. semoga berhasil! 

Buat kalian yang sedang berusaha berhenti menyayangi.. saya mau bilang, saya kagum sama kalian, karna kalian tau bahwa orang yang berani menyayangi, adalah orang yang berani disakiti. dan kalian juga udah lelah kepayahan mempertahankan sayangnya kalian. tapi, perlu saya ingatkan bahwa, sampai kapan pun kalian tidak akan pernah bisa berhenti menyayangi. hanya saja, kalian belajar melanjutkan hidup tanpa 'kehadiran' dia lagi. saya pernah mengalaminya.. dan itu gak mudah. tapi kalian mau tau gak, kayak gimana rasanya udah berhasil move on? coba kalian pergi ke depan kaca, lalu sunggingkan senyum kalian di sana. ya, seperti itulah. :) 
jangan pernah berhenti merapal doa dan mengusap air mata yang jatuh. karna dirimu pun perlu disayangi..

Demikianlah surat cinta bagi orang-orang yang saya kagumi keberaniannya, yang saya kagumi tekad hatinya untuk mau menyayangi
tetaplah tersenyum dan jangan berhenti menyayangi! :D

Salam hormat,
A.

Selasa, 07 Februari 2012

Kepada Para Pemeluk

Ini surat cinta yang mau saya tujukan buat sahabat-sahabat saya yang saya kasihi :D

Teruntuk, orang yang selalu memeluk saya di kala susah

Hai sahabat, makasih ya udah mau jadi sahabat saya selama ini. Jadi sahabat itu bukan pekerjaan mudah, lho! Presiden aja kalah sama kamu, hahahaha
Oh iya, kamu udah makan? Kalo belom, makan dulu.. Nanti nggak kuat baca suratnya (?)

Saya mau ngucapin terimakasih. Hebat kan, akhirnya saya berterimakasih juga sama kamu.
Makasih ya, mau setia memeluk saya. Mau dengerin cerita-cerita saya yang alay. Makasih udah mau jadi sahabat saya. Kamu sudah bikin saya nggak merasa ‘pengen banget dianggep’. 

Karena kamu, saya bersyukuuuuuuur (pake banget) sama Tuhan. Soalnya, kamu adalah keluarga yang diperbolehkan Tuhan saya pilih sendiri.
Mungkin orang-orang peduli kalo saya lagi *ehem* cantik. Tapi kamu lah yang masih peduli sama saya waktu saya lagi jelek banget.
Orang-orang peduli kalo saya lagi *eheem* baik. Tapi kamu yang peduli waktu saya lagi marah. Padahal kan saya agak horor gitu deh kalo marah...*nyadar*

Terimakasih ya, walaupun kadang kamu nggak langsung dateng ke rumah saya subuh-subuh, tapi sms darimu saja cukup, kok. Kata-katamu juga sering bikin saya percaya diri. Bahkan kata-katamu dapat memeluk saya..

Maafin saya, saya belom bisa bekerja sebagai sahabat yang baik buat kamu. He he 
Maafin, kalo saya lagi marah saya malahan marah-marah ke kamu. Iya, saya emang gatau diri -_-
Maafin, kalo ini surat ngga bagus-bagus amat. Yaa, setidaknya kan saya udah berusaha nulis. Ya kan? Ya gak?! *maksa*
Hehehe

Semoga kamu terus menjomblo, supaya bisa samaan sama saya (?)
Kalo udah punya pacar, ya udah. Jangan lupa PJ.......... #teteup
Pokoknya kalo sampe kamu pacaran, green tea freeze harus ada di tangan!! YEAH.

Hahahahahahaha engga lah bercanda.
Semoga kita bisa tetep sahabatan walaupun sama-sama mulai sibuk. Semoga kita bisa tetep kabar-kabaran walau udah jarang ketemu.
Tetep sabar satu sama lain.
Semoga kita selalu jadi sahabat
Saya selalu sayang kalian..

Tuhan memberkatimu, selalu. :)

A.

Rabu, 18 Januari 2012

Untuk kamu yang baca.

Hai, apa kabar?
Nggak tau lagi kesurupan apa tiba-tiba mau ngirim surat cinta. Tapi kali ini istimewa! Surat saya ini diperuntukkan kepada kamu yang baca surat ini. :)
Kenapa gitu ya? apa gara-gara jomblo jadi nggak ada yang bisa disuratin........... Hahahaha.

Kamu, lagi apa? maksudnya, baca surat ini sambil ngpain? minum kopi panas? duduk? tiduran? kalo aku lagi duduk aja, di ruang tengah. Ditemani TV yang menyala walau gak ditonton. :P
Bagaimana harimu? buruk? ya udah, sabar aja. kalo ada yang bikin kesel, maafin. hari esok pasti lebih baik!
harimu baik? sebaik apa sih? bagi-bagi senengnya dong sama yang lain :D hehehe

buat kamu yang lagi sedih, jangan sedih terus. senyumanmu itu bisa bikin orang semangat :)
sedih karna cinta? ayooooo, jangan galau terus. jaman ya, patah hati? :P you better move on!
nggak ada hal yang menarik, hari ini? coba deh, inget-inget kegiatanmu dari pagi. masa sih gak ada yang menarik? atau setidaknya.. hal-hal yang bisa disyukuri. misalnya; hari ini kamu bisa bernafas, pergi sekolah/kerja, bisa makan, bisa sehat. nggak ada hal yang menarik bukan berarti nggak bersyukur. :)
kalo hari ini kamu gagal melakukan atau mencapai sesuatu, tetep berusaha!! aku mendukungmu selama itu masih positif :P

smangattt!
buat yang mo tidur, have a nice dream ya. :))
smoga mimpiin jodohmu nanti (?)

salam hangat, orang yang baik sama kamu (?) ahhahaha
NIGHT :*

Kamis, 03 Februari 2011

Untuk Tuhan


Dear God,
Aku berterimakasih padaMu. Untuk semua yang terjadi & akan terjadi. Untuk semua pelajaran yang tiada bandingnya, walaupun aku masih 13 tahun.

Terimakasih untuk setiap penyertaannya, yang tak pernah membiarkanku celaka. Kalaupun ada masalah yang Kau ijinkan untuk terjadi di hidupku, penyertaanMu selalu denganku. Rasanya kita selalu menempel, tapi kadang aku suka lari.

Maafkan aku, saat aku lari dariMu & lebih memilih hal yang lainnya. Aku terlalu membuatMu kecewa, tapi kenapa Engkau tetap mengasihiku? Oh Tuhan, ajari aku supaya bisa seperti itu. Tetap setia walau dia lari dariku. Tetap menjadi teman yang baik buatnya.

Oh ya, terimakasih untuk kehadiran mereka di tahun-tahun yang sulit ini. Terimakasih buat mereka yang Engkau kirim, untuk membuatku lebih sabar dari biasanya. Terimakasih penyertaanMu di waktu-waktu yang kami lalui bersama. Untuk setiap hujan berkat dariMu, walau kadang aku meninggalkanMu.

Terimakasih untuk pelajaran hidup yang kami cerna bersama, kalau bukan karena Engkau, Tuhan.. Aku tak mungkin bisa menjadi seperti sekarang ini. Terimakasih untuk setiap proses pendewasaan yang sedang kami lalui sekarang. Aku tidak akan memintanya menjadi mudah, setelah tau Kau tak akan mengabulkannya. Aku hanya ingin minta kekuatan, yang Kau janjikan itu. Dan Kau selalu memberikannya. Bahkan dengan bonus. Kekuatan, penyertaanMu yang 24/7, dan berkat-berkat yang melimpah.

Engkau selalu menepati janjiMu. Tak dapat dipercaya, bahkan untuk aku yang kadang kala suka melupakanMu, Engkau selalu memberi lebih.

Padahal Engkau tak pernah memintaku apapun. Engkau hanya ingin aku menjadi sepertiMu. Untuk ukuran Bapa-anak seperti kita, apakah itu tidak mungkin? Bukankah harusnya aku terbiasa?
Tapi, aku suka meninggalkanMu, Tuhan. Aku berkata aku tidak tahan pada prosesnya. Padahal, saat Kau disalib, itu jauh lebih sakit. Satu hal lagi tentangMu, Bapa. Engkau tidak egois.

Betapa Engkau tidak memikirkan diri sendiri, tidak seperti anakMu ini. Kadang aku susah sekali untuk lebih memikirkan orang lain daripada diriku sendiri, tapi Engkau tetap membiarkanku hidup untuk orang lain sampai hari ini. Dan setiap nafasku adalah anugerahMu yang terbesar. Engkau tetap mengizinkanku untuk belajar lebih, dan lebih lagi dalamMu. Belajar untuk tidak egois.

Bapa, terimakasih untuk pelajarannya waktu itu. Soal melepas apa yang jadi hakku. Aku sadar, aku ini pelayanMu. Bukannya butuh dimengerti, tapi aku harus bisa mengerti orang lain. Melepaskan hal-hal duniawi yang ada padaku, walau aku punya hak untuk merasakan itu semua.
Ajari aku, Bapa. Aku mau melepaskan setiap hakku dan berbalik padaMu. Menjadi perpanjangan tanganMu di generasi ini.

3 things: I love You, I love You, I love YOU.

I can never be able to thank You enough.
Umm.. What’s Your next plan(s)? 

Sincerely yours,
A.

Sunday, January 30th, 2011
9:37 AM