Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
- B.J. Habibie
p.s.: duh ini puisi............................... juara.
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Kamis, 17 Maret 2011
Jumat, 18 Februari 2011
curcol di hari Jumat
yak, dan bahkan sayapun tak bisa membantah kenyataan bahwa rindu itu sakit.
hiks...
rasanya seperti kerikil di pinggir jalan tapi tak dipedulikan. ingin dilihat, tapi apa daya, terlalu kecil untuk diperhatikan. *tsaaah
pengennya sih hilangin rasa rindu. tapi, hmm.. gimana ya caranya? mari kita tanyakan pada Helmi Yahya!! *oke, aneh -_-
sakit banget. pengen bilang sih tapi gimana.. saya ga bisa berbuat apa-apa terhadap rasa rindu itu. pengennya sedikit dilegakan, yaitu ngomong ke orangnya. tapi, susah deh. bingung.
uuh, mana ketemunya masi lamaaaa :( (tapi pas ketemu, malah cuek -________-)
haha dodol. lagian sih, dia terlihat asik sendiri dengan kegiatannya. ya sudah, saya tak mau ganggu & saya cukup tau diri juga.
padahal dia tidak tau, muka jutek saya itu saya pasang saat dia menyapa saya supaya dia tidak tau bahwa saya sebenarnya... senang.
oke, kendalikan perasaanmu, cewek bodoh.
memangnya kamu siapa? dan umur berapa?
hahaha
baiklah. sekian dari entri blog saya. selamat menikmati! (?)
..ehm. Aku rindu kamu. I miss you. Mi manchi. Tu me manques. :)
- fabs
*maaf ya, saya sangat labil dan sok puitis. :P
hiks...
rasanya seperti kerikil di pinggir jalan tapi tak dipedulikan. ingin dilihat, tapi apa daya, terlalu kecil untuk diperhatikan. *tsaaah
pengennya sih hilangin rasa rindu. tapi, hmm.. gimana ya caranya? mari kita tanyakan pada Helmi Yahya!! *oke, aneh -_-
sakit banget. pengen bilang sih tapi gimana.. saya ga bisa berbuat apa-apa terhadap rasa rindu itu. pengennya sedikit dilegakan, yaitu ngomong ke orangnya. tapi, susah deh. bingung.
uuh, mana ketemunya masi lamaaaa :( (tapi pas ketemu, malah cuek -________-)
haha dodol. lagian sih, dia terlihat asik sendiri dengan kegiatannya. ya sudah, saya tak mau ganggu & saya cukup tau diri juga.
padahal dia tidak tau, muka jutek saya itu saya pasang saat dia menyapa saya supaya dia tidak tau bahwa saya sebenarnya... senang.
oke, kendalikan perasaanmu, cewek bodoh.
memangnya kamu siapa? dan umur berapa?
hahaha
baiklah. sekian dari entri blog saya. selamat menikmati! (?)
..ehm. Aku rindu kamu. I miss you. Mi manchi. Tu me manques. :)
- fabs
*maaf ya, saya sangat labil dan sok puitis. :P
Langganan:
Postingan (Atom)