Minggu, 02 September 2012

Kehidupan SMA

Siapa yang gak tau SMA? Keterlaluan.

Ya.. Semenjak saya masuk SMA, saya jadi merasakan susahnya jadi manusia yang terus bertumbuh. Makin gede, makin naik levelnya. Makin pintar, makin tinggi tingkat kesulitannya.
Kadang saya jadi mikir, kenapa saya nggak kecil terus aja. Kalau pada akhirnya bertumbuh hanya menyebabkan saya harus menghadapi sesuatu yang nggak saya sukai.

Tapi aneh juga. Kalo kecil terus kan jadinya stop di situ aja, nggak makin pinter. Jadi ya saya buang aja pikiran konyol itu jauh-jauh.

Ternyata nggak semudah yang saya kira. Saya kira, saya akan mudah mendapat teman, karena dengan segala kesadaran (atau kenarsisan) saya ini, saya merasa saya ini orangnya ceria dan mudah bergaul. Tapi tidak. Saya sulit untuk mendekati teman-teman baru saya karena mereka sudah cenderung mengkelompokan diri masing-masing. Dan sulit bagi saya untuk bergabung, karena saya sendiri tidak terlalu suka dengan pertemanan macam seperti itu, terkesan egois.

Ditambah dengan suasana kelas yang dingin, tidak kompak, dan penuh dengan keangkuhan.
Beradaptasi menjadi suatu hal yang sulit bagi saya.

Tapi puji Tuhan, saya bisa mulai dekat dengan beberapa anak walaupun prosesnya agak lama. Tanpa disangka, teman baik saya justru bukanlah orang yang seiman, tetapi seorang beragama Muslim dan Buddha. Di sekeliling teman-teman seiman, saya justru merasa kurang nyaman. 

Lalu, pelajaran. Sangaaaaaaaaaaaaaaaaat sulit bagi saya untuk beradaptasi dengan guru-guru di SMA saya tercinta, karena tidak sedikit guru yang memiliki watak aneh dan cara mengajar yang aneh juga. Tidak jarang saya mengeluh, karena itu salah satu faktor penghambat bagi saya dalam belajar, mengingat saya bukan seorang yang dapat memahami dengan sangat cepat. Saya butuh banyak bimbingan, saya sadar. Tetapi dengan kondisi guru yang kalau kata Syahrini sangat 'sesuatu', saya rasa akan sulit bagi saya.
Tapi suatu saat teman saya menyadarkan, bahwa kita sebagai murid, nggak bisa milih guru.
Iya betul, kita nggak bisa milih guru semaunya kita, jadi mau nggak mau, harus adaptasi.

Hmm.
Intinya, saya bisa bilang SMA ini.. menyenangkan. Tapi saya nggak bisa bilang bahwa menjalaninya akan menjadi mudah. Banyak hal sulit yang harus saya hadapi, tapi saya tahu Tuhan mengenal saya, dan Dia selalu mengingat saya. 
Semoga saya bisa melewati kelas 10 ini dengan baik.
-fabs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar